April 09, 2012

Pasal 263 KUHP;Pemalsuan Surat

Pasal 263 KUHP berbunyi :
(1) Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak. 

(2) Diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena  pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam diancam dengan pidana yang sama, barangsiapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukanseolah-olah sejati jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian

Surat menurut Pasal 263 adalah segala surat yang ditulis dengan tangan, dicetak, maupun ditulis dengan mesin tik dan lain-lain. Pengertian dan lain-lain ini memungkinkan surat otentik yang dibuat atau ditulis melalui proses komputer, sehingga data atau keterangan yang ada dalam media disket atau sejenisnya dapat digunakan. 

Pasal 263 (1).

Unsur – unsur : 

Objektif : 
Membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak, menerbitkan sesuatu perjanjian, menimbulkan pembebasan sesuatu hutang, diperuntukan guna menjadi bukti atas sesuatu hal.

Subjektif : 
Dengan maksud untuk mempergunakan atau memakai surat ittu seolah – olah asli dan tidak palsu pemakaian atau penggunaan surat itu dapat menimbulkan kerugian. 

Pasal 263 (2).

Unsur – unsur : 
Objektif : Memakai surat palsu atau surat yang dipalsukan seolah – olah surat itu asli dan tidak dipalsukan atau apabila pemakai surat itu dapat menimbulkan kerugian. 

Subjektif : Dengan sengaja.

Sumber : USU

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar